MINUT — Penguatan kapasitas lewat pelatihan jurnalistik Pra-UKW, menjadi satu poin penting dalam hasil Konferensi Kerja Daerah (Konkerda) PWI Sulawesi Utara Tahun 2025.
Menindak lanjuti hasil Konkerda tersebut, PWI Minahasa Utara mendukung penuh dan siap menjalankan hasil Konkerda yang dihadiri pengurus PWI 15 Kabupaten/Kota yang digelar di Balai Wartawan Manado, Rabu (30/07/2025).
“Keputusan Konkerda akan segera kami sampaikan ke seluruh pengurus untuk ditindaklanjuti. Ini krusial agar para peserta UKW benar-benar memahami regulasi yang diatur dalam PD/PRT PWI,” tegas Ketua PWI Minut, Ramon Wowor yang diwakili Sekretaris PWI Minut Swedy Pongoh.
Senada diungkapkan Wakil Ketua PWI Minut, Jemmy Manopode, yang menekankan pentingnya pelatihan Pra-UKW bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Pra-UKW bukan sekadar latihan teknis, tapi landasan etika wartawan. KEJ adalah pondasi dasar mulai dari wawancara hingga menulis berita,” ujar Jemmy didampingi mantan Ketua PWI Kota Bitung, Christian Wajongkere.
Wartawan senior Nando Adam, yang turut hadir dalam Konkerda PWI Sulut, menyampaikan apresiasi terhadap PWI Minut yang terus mendorong penguatan kapasitas wartawan melalui pelatihan yang terstruktur dan berjenjang.
“Saya dukung penuh pelatihan jurnalistik sebagai bagian dari penguatan kualitas wartawan. Ini penting dalam menjaga profesionalitas,” kata Nando.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, tanpa mengabaikan peran kontrol sosial dari wartawan.
“Kolaborasi tetap dijaga, tapi fungsi kritis wartawan tidak boleh hilang,” pungkas Nando sembari berpesan kepada PWI Minut untuk menggelar pelatihan jurnalistik dalam waktu dekat sebagai bagian dari implementasi hasil Konkerda.
(David)