MINUT—Pemerintah pusat kembali menegaskan keseriusannya mengawal pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Manado–Likupang. Hal ini tampak jelas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di The Sentra Hotel, Jumat (14/11/2025), yang menghadirkan langsung tiga pejabat strategis dari kementerian/lembaga.
Asdep Perancangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf RI Muhamad Nurdin, Asdep Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian RI Ni Made Krisna Marsela, serta Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas Yunan Maulana turun memberikan pemaparan komprehensif terkait arah nasional pembangunan destinasi prioritas tersebut.
Dalam pemaparannya, Kemenko Perekonomian menegaskan bahwa pariwisata masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah pusat memastikan siap mengawal setiap langkah pembangunan di kawasan DPN Manado–Likupang agar target nasional dapat tercapai secara konsisten.
Rakor yang dipandu Ali Norman dari Kemenparekraf RI itu mempertemukan lintas OPD, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pelaku industri pariwisata. Diskusi berjalan produktif karena setiap daerah memaparkan tantangan dan kebutuhan masing-masing. Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Dra. Femmy Pangkerego, MPd., ME, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Ester Mamangkey, para kepala dinas kabupaten/kota, serta pelaku pariwisata Sulut turut terlibat aktif.
Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, SE., MAP., MM., M.Si., yang membuka kegiatan mengatakan bahwa percepatan pembangunan tidak akan berjalan tanpa sinkronisasi yang solid. “Kita mensinkronkan kabupaten-kota ini dengan target-target tujuan pariwisatanya supaya inline dengan provinsi dan pemerintah pusat. Dengan demikian, kendala seperti infrastruktur bisa diatasi bersama,” tegas Joune.
Ia juga mengingatkan bahwa DPN Manado–Likupang memiliki horizon pembangunan hingga 2044 sebagaimana diatur dalam Perpres 16/2024. Sinkronisasi lintas sektor, kata dia, merupakan syarat mutlak agar pembangunan berjalan terstruktur. “Rakor ini memastikan bahwa program dan target kita benar-benar inline. Itulah fungsi utama rakor hari ini,” lanjut Sekjen APKASI itu.
Rakor ditutup oleh Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., yang menegaskan komitmen bersama bahwa percepatan pembangunan DPN Manado–Likupang harus dilakukan konsisten dan kolaboratif. Ia berharap kawasan ini menjadi kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Sulut dan Indonesia. (*)



































