Beranda Nasional Intelektual Dr. Joune Ganda Dipercaya Bahas Perdamaian Dunia di Forum UCLG 2026...

Intelektual Dr. Joune Ganda Dipercaya Bahas Perdamaian Dunia di Forum UCLG 2026 Maroko

2
0

MINUT— Intelektual dan kapasitas kepemimpinan Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda,S.E., M.A.P., M.M., M.Si. dipercaya menjadi pembicara dalam ajang international UCLG World Congress 2026 di Tangier, Maroko yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 09.00–10.30 waktu setempat.

Rangkaian kegiatan UCLG World Kongres regional dunia dihadiri para pemimpin lokal untuk membahas arah baru pelayanan publik universal dalam membangun tata kelola pemerintahan sebagai wadah penting untuk memastikan perspektif Asia-Pasifik masuk dalam kebijakan global.

Pada kesempatan dalam forum tersebut, Bupati Joune Ganda menyampaikan intervensi terkait sesi Key Priorities Area Intervention, khususnya pada isu Conflict Prevention atau pencegahan konflik.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak menunggu konflik terjadi untuk bertindak. Namun menurutnya, perdamaian harus dibangun sejak dini melalui kepemimpinan daerah yang hadir, responsif, dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Di Minahasa Utara, kami percaya bahwa perdamaian harus dibangun sebelum konflik muncul. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, kami menempatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial,” tegas Bupati Joune Ganda dalam forum tersebut.

Dia juga menekankan pendekatan Minahasa Utara dalam pencegahan konflik yang diperkuat lewat kepercayaan sosial di tingkat akar rumput lewat para tokoh agama sebagai bagian penting dari ekosistem perdamaian yamg memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga memahami sensitivitas lokal dan mampu mendeteksi potensi ketegangan sejak dini.

” Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberikan dukungan kepada tokoh agama dan rumah ibadah secara adil dan inklusif. Dukungan tersebut bukan semata bantuan keuangan, tetapi bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran strategis dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kohesi sosial masyarakat,” ujar Joune Ganda yang juga Sekjen APKASI.

Dalam sesi forum tersebut, Bupati Joune Ganda juga memaparkan bahwa Minahasa Utara secara aktif melaksanakan dialog lintas agama, doa bersama, kegiatan moderasi beragama, serta diskusi rutin melalui forum kerukunan umat beragama. Para tokoh agama turut dilibatkan dalam pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan harmoni keagamaan.

“Pengalaman Minahasa Utara dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah membangun perdamaian secara konkret, bukan hanya melalui regulasi, tetapi melalui hubungan yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan organisasi sipil,” pungkasnya sembari agar lembaga regional dan global memberikan dukungan lebih kuat terhadap inisiatif perdamaian yang dipimpin langsung oleh pemerintah daerah.

“Perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik. Perdamaian adalah budaya yang harus dirawat, dilindungi, dan dirayakan bersama,” tutup Bupati Joune Ganda.

Diketahui forum internasional tersebut dibuka melalui Welcoming and Opening Remarks oleh Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi yang merupakan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, bersama Mr. Bhim Prasad Dhungana, Presiden Municipal Association of Nepal sekaligus Wali Kota Neelakantha Municipality.

(David)

Artikulli paraprakProduk Lokal Minut Jadi Buruan Pengunjung di Stan Pemkab PENAS KTNA Gorontalo
Portal berita online yang didedikasikan untuk memberikan informasi terkini seputar Kota Manado dan wilayah Sulawesi Utara. Dengan komitmen untuk menjadi sumber informasi terpercaya, Terasulut hadir untuk menghubungkan masyarakat Manado dengan berita-berita lokal, nasional, dan internasional yang relevan dan berpengaruh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini