MINUT— Kementerian Pertanian (Kementan) RI, genjot penguatan ketahanan pangan berbasis hayati lewat Rakor penguatan program khusus Bioetanol Nasional yang berfokus pada pemetaan dan kesiapan lahan komoditas tanaman Tebu, Jagung, serta Ubi Kayu.
Rakor yang berlangsung di Kawasan Pengadegan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026) dihadiri 42 Kepala Daerah, termasuk Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda SE, MAP, MM, MSi didampingi Kepala Dinas Pertanian Minut, Berta Katuuk.
Sebagaimana Instruksi yang diterbitkan jajaran Sekretariat Jenderal Kementan, bahwa seluruh Bupati wajib hadir langsung tanpa diwakilkan. Dimana, setiap kepala daerah diminta membawa peta potensi wilayah masing-masing yang siap dikoneksikan ke dalam rantai pasok biofuel nasional apalagi kehadiran perwakilan Sulawesi Utara ini mempertegas peran wilayah timur Indonesia sebagai basis pasokan bahan baku energi terbarukan.
Diketahui, konsolidasi ini melibatkan sebaran wilayah yang terbilang luas. Dari Sumatera, tercatat bupati dari wilayah Karo, Serdang Bedagai, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu, seluruh kawasan Bangka, hingga lima kabupaten di Lampung (Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji, dan Way Kanan).
Adapun di pulau Jawa daerah yang masuk dalam pemetaan meliputi Garut, Sukabumi, Wonogiri, Pati, serta Gunungkidul.
Sementara untuk kawasan Indonesia Tengah dan Timur, pemetaan menyasar Sulawesi Selatan (Bone, Jeneponto, Gowa, Soppeng), Sulawesi Tengah (Tojo Una-Una, Sigi), Sulawesi Tenggara (Bombana, Konawe Selatan), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa Utara), hingga Gorontalo (Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara).
Langkah serupa juga menjangkau wilayah Nusa Tenggara Barat (Sumbawa, Bima, Dompu), Nusa Tenggara Timur (Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, Malaka), Kalimantan Barat (Bengkayang), Maluku (Kepulauan Aru), dan ditutup kawasan timur Indonesia di Papua Selatan (Merauke).
Melalui integrasi peta lahan dari 42 kabupaten ini, Kementan menargetkan ekosistem industri bioetanol nasional dapat segera beroperasi tepat waktu. (***)






































